Meratap |PUKAT KASIH

Meratap



Dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. (1 Samuel 1:10)

Hana dipandang rendah karena dia tidak punya anak. Dalam kemandulannya, ia berseru kepada Tuhan. Nama "Samuel" berarti " bertanya kepadaTuhan." Itulah hal yang tepat yang dilakukan Hana ketika ia tak punya anak-dia memintanya kepada Tuhan. Kunci untuk kesuburan adalah jiwa yang meratap. Hana tidak datang kepada Allah dengan sikap yang lesu dan berputus asa. Dia datang di hadapan Tuhan dengan beban berat dan ketidakpuasan yang kudus, menangis dan meratap dengan kesedihan. Jiwanya sedang mengalami rasa sakit dan penderitaan. Persis seperti seorang ibu bersusah payah ketika dia sedang melahirkan seorang bayi, Hana seperti seorang yang ingin "bersalin" dalam jiwanya.

Setiap Pemulihan lahir dari doa-doa yang sungguh-sungguh. Hari ini, enam dari 10 gereja-gereja terbesar di dunia berada di satu negara-yaitu Korea Selatan. Dahulu Korea Selatan mengalami banyak kerusakan selama pendudukan Jepang dan Perang Korea. Pada pergantian abad ke-20, Orang Kristen di Korea sangat teraniaya. Banyak yang dipenjara dan dibunuh. Di tengah-tengah penderitaan mereka, Bangsa Korea beriman dan berseru kepada Tuhan untuk kebangunan rohani. Ada doa yang meratap selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Hasilnya adalah kebangkitan besar yang melanda negeri ini setelah Perang Korea usai.
Orang Kristen disana mengelola sedikit sumber daya yang mereka punya untuk membangun sekolah-sekolah, rumah sakit dan gereja. Sejalan dengan itu, Allah memberkati negeri ini. Hari ini, Korea Selatan adalah salah satu negara yang paling maju dan memiliki perekonomian yang kuat di dunia.

Mengacu kepada Yesus, Yesaya berkata bahwa " Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. " (Yesaya. 53:11). Di Taman Getsemani, Yesus berada dalam kesakitan terlihat saat Dia berdoa bahwa keringat-Nya menjadi seperti titik-titik darah jatuh ke tanah (Lukas 22:44). Keluar dari penderitaan Kristus, maka Lahirlah Gereja yang mulia! Mungkin kami berduka atas penderitaan dalam hidup kita dan gereja. Mungkin kita datang di hadapan Tuhan dalam rasa sakit dan terluka, menangis dan meratap: "Tuhan, tolong hapus celaan kemandulan dari hidupku. Jadikan aku orang yang berarti bagi Kerajaan Allah. "Mari kita menjadi" Hana "di hadapan Tuhan, Meratap bagi kesuburan kita.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Isi Komentar anda dengan memilih Anonymous bila anda tidak memiliki mail account.(jangan lupa sertakan nama)
Terima kasih.

Daftar isi

Info

BERSAMA TUHAN KITA MENUAI

Bergabunglah bersama kami
Dalam Kasih Tuhan Yesus
Pada :

Ibadah Raya Minggu
Jam 10.00 dan jam 16.00 wib

Ibadah Priskila & Akwila
Rabu,Jam 19.00 wib

Ibadah Rayon & Sel Pukat
Selasa, Jam 19.00 wib

Ibadah Wanita
Jumat,Jam 16.00 Wib
Ibada Pria
Jumat,Jam 19.30 wib

Ibadah Doa
Di Menara Doa
Sabtu Jam 19.00 wib


GPDI Gideon - Tanjung Priok
Jl.Gadang No. 52
Tuhan Yesus Memberkati