Disiplin dari Allah |PUKAT KASIH

Disiplin dari Allah



Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati." ( 2 Samuel 12:13-14 )

Dalam 2 Samuel 11-12, Daud jatuh dari anugerah. Kenyataan bahwa sebagai orang yang diurapi Daud juga bisa jatuh. Hal ini agar kita semua harus lebih waspada lagi. Mengapa "Seorang Nabi Pemazmur" mendapat kesulitan? Daud melakukan tiga dosa:

(1) Dosa tidak bertanggung jawab (11:1). Pada saat raja harus memimpin pasukan mereka ke dalam pertempuran, Daud merasa puas. Bila Anda tidak mengalir dengan Allah dan kehadiran-Nya, Anda akan selalu mendapatkan diri Anda ke dalam masalah serius.

(2) Dosa kemakmuran (11:2). Daud memulai untuk mencintai kenyamanan nya dalam kemakmurannya juga terlalu banyak. Dia sedang beristirahat dan memanjakan tubuhnya sementara prajuritnya sekarat di medan perang.

(3) Dosa karena tidak dapat mengendalikan matanya (11:2-3). Mata adalah jendela jiwa. Daud mulai bernafsu untuk Batsyeba, istri dari salah satu pahlawan nya.

Drama menyedihkan yang diikuti adalah salah satu dari tipu muslihat, intrik, perzinahan dan pembunuhan. Syukurlah, bahwa bukanlah akhir cerita. Ketika nabi Natan Daud dihadapkan dengan dosa-dosanya, yang kedua segera bertobat di hadapan Tuhan. Dan hal yang indah adalah bahwa Allah diperpanjang rahmat-Nya kepadanya dan mengampuni dia dari dosa-dosanya. Namun, Daud harus menanggung konsekuensi dari perbuatan yang jahat. Akhirnya, tiga anak-anaknya akan menghadapi kematian. Pembunuhan dan pertumpahan darah akan bertahan di keluarganya selama hari-hari hidupnya. Banyak istri sendiri akan diambil dari padanya. Daud menuai apa pun yang ditanam (Galatia 6:7-8).

Mari kita memahami perbedaan antara pengampunan dan penghakiman. Sangat sering, kita berpikir bahwa ketika Allah mengampuni, kita tidak harus menanggung konsekuensi dari tindakan kita lagi. Itu salah. Pengampunan harus dilakukan dengan catatan. Penghakiman ada hubungannya dengan karakter. Allah telah menghadapi kecacatan karakter Anda sehingga Anda tidak akan berdosa lagi di daerah yang sama. Dan alat-Nya untuk melakukannya adalah disiplin dan penghakiman. Daud mengerti prinsip ini penilaian positif. Dalam Mazmur 51:4, Daud berkata, "Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. "
Sebagai anak Tuhan, Anda harus menerima pendisiplinan dari Tuhan menjadi bagian pengertian takut akan Tuhan. Apakah Ayah duniawi yang baik juga akan mendisiplinkn anak-anaknya sendiri? "Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. " (Ibr. 12:10).

(Renungan dari Ps.Kong Hee)

0 Komentar:

Poskan Komentar

Isi Komentar anda dengan memilih Anonymous bila anda tidak memiliki mail account.(jangan lupa sertakan nama)
Terima kasih.

Daftar isi

Info

BERSAMA TUHAN KITA MENUAI

Bergabunglah bersama kami
Dalam Kasih Tuhan Yesus
Pada :

Ibadah Raya Minggu
Jam 10.00 dan jam 16.00 wib

Ibadah Priskila & Akwila
Rabu,Jam 19.00 wib

Ibadah Rayon & Sel Pukat
Selasa, Jam 19.00 wib

Ibadah Wanita
Jumat,Jam 16.00 Wib
Ibada Pria
Jumat,Jam 19.30 wib

Ibadah Doa
Di Menara Doa
Sabtu Jam 19.00 wib


GPDI Gideon - Tanjung Priok
Jl.Gadang No. 52
Tuhan Yesus Memberkati